SANG JUARA



Hmm, pembaca pasti pengen tahu apa arti judul di atas, ya SANG JUARA ini akan kuberikan kepada bapak-bapak yang lebih tepatnya adalah kakek-kakek pejual es di dalam gerbong kereta api jurusan Semarang- Jakarta. Kenapa bisa jadi juara ?? Ini dia kisahnya….
Hari itu adalah hari terakhir liburan pra-UAS, dan saya harus kembali ke kota Bogor tercinta. Saya kembali ke Bogor bersama teman-teman satu angkatan, awalnya dari rumah kita berangkat dengan bis, setelah tiba di Semarang kami berlanjut naik kereta. Hal yang kusukai dari naik kereta, selain harganya yang murah, ada sensasi lain yang kurasakan. Nggak komplit kalau ke Bogor nggak naik kereta.
Segeralah kami naik kereta, yang berangkat dari Semarang pukul 19.00 WIB. Dan akhirnya keretapun melaju dengan kencangnya. Setiba di kendal, sensasi lain yang kusebut tadi muncul, yaitu kehadiran para pedagang asongan yang ‘bernyanyi –nyanyi’ menjajakan barang dagangannya.
“Sayang anak- sayang anak, “kata salah seorang menawarkan mainan kepada saya.
“Emm, saya belum punya anak pak” wkwkwk seenaknya saja saya menjawab.
Dan ada lagi, “ Sayang usus- sayang usus, dengan minum YAKULT, mas,, sayang usus ??”
“Wkwkwk, saya nggak sayang usus pak, saya sayang bapak..* loh !! =O* wakakakak” bercanda.
Dan pada suatu ketika, nampak dari kejauhan seorang kakek yang sudah tua *yaiyalah, masak kakek-kakek masih ABG =D* ia sibuk menjajakan dagangannya berupa es, dengan wajah datarnya sayup- sayup terdengar ia berkata “ES”, *HAH ??? =O* Mari kita replay lagi “ES”, “ES”, “ES”…………………………………………………………………………………………………………Kata-katanya nyelenting di kuping saya.
HAH ??? Cuma itu ?? menjajakan es cuman bilang “ES” hah ???? wakakakakakakakak demi apa ??? datar banget lagi, wakakakakak…..
Dan akhirnya sampailah di depan kursi saya, dan dia hanya berucap “ES”. Tubuhku gemetar waktu itu nahan mau ketawa, dan setelah beberapa meter berlalu, WUAKAKAKAKAKAKAKAK, saya kagak bisa nahan ketawa saya, MELEDAK ketawa saya, masa cuman bilang “ES” udah wkwkwkwkwk…..
Tapi jujur, saya salut dengan kakek itu, karena dengan itu dia berani tampil beda, dia berani berinovasi, supaya lain dari yang lain, dan itulah karakter dia. Didalam hidup, kita harus mempunyai karakter yang kuat, berani tampil beda dari yang lain, asalkan tidak negatif saja, itulah yang disebut SANG JUARA. Selamat buat kakek tadi karena telah memberi kita pelajaran tentang hidup, dan pantaslah kalau beliau disebut sebagai SANG JUARA *PROK-PROK-PROK* =D
YANGSINGKATYANGBERMAKNA
Created by : sem0etabang

Iklan
By semoetabang1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s